YOSANI (っ ̄³ ̄)っ ~♡

Assalamualaikum, welcome and enjoy to my blog. Please come back

Selasa, 14 Agustus 2012

Aku Minta Hidup Tuhan

Aku hanya bisa mematung seusai mendengar penyakit yg kuderita. Entah mana penyakit yg benar, pendapat dari 8 dokter semua berbeda. Kelenjar getah bening, kanker, tumor, kanker rahim, pembuluh darah, dll. Sebelum dokter memvonis hidupku, aku sudah tau hidupku tidak akan lama lagi . Aku hanya remaja yg ingin hidup tenang, tanpa khawatir tuhan akan memanggilku secara tiba-tiba. Seperti teman-temanku yg lainnya.

Beruntung aku mempunyai kedua orang tua dan keluarga yg sangat menyayangiku, dan senantiasa merawatku dari penyakit-penyakit yg kuderita. Sahabat-sahabatku yg sangat baik, mereka selalu memberiku  semangat saat tubuhku terbaring lemah di RS Panti Rapih. Bahkan pacarku, dia sangat perhatian denganku, dia selalu ada saat aku membutuhkannya, dan aku sangat menyayanginya. Mereka semua adalah alasan semangat hidupku, dan karena mereka juga aku masih bisa tersenyum disisa-sisa hidupku.

Suatu hari sekolahku mengadakan kegiatan berkemah 3 hari di Prambanan. Aku sangat ingin mengikutinya, walaupun aku selalu dihantui dari penyakit-penyakit itu, dan kedua orang tuaku juga sangat khawatir. Aku tetap berusaha untuk meyakinkan ibu dan ayahku, jika aku kuat dan aku bisa menghadapi rasa sakitku. Aku sangat bersyukur karena aku dibolehkan untuk mengikutinya. Aku senang, ini kebahagiaan yg sebenarnya! aku bisa tersenyum lepas bersama teman-teman dan kekasihku tanpa memikirkan bagaimana keadaan penyakitku.

Tiga hari berlalu, aku sangat lelah, badanku terasa sakit semua. Aku segara dilarikan di RS Panti Rapih lagi. Ternyata penyakitku cepat sekali menyebar, cepat sekali menggrogoti tubuhku, rasanya sakit sekali. Aku ingin segera sembuh, aku ingin segera pulang. Di sini nggak enak, aku nggak boleh makan daging ayam sama telur ayam. Tapi, terimakasih buat suster-suster yg udah ngerawat aku di RS Panti Rapih, juga buat suster yg udah beliin aku alat melukis.Terimakasih buat semuanya.

Tuhan, secepat ini kah kau akan memanggilku? aku masih ingin membahagiakan kedua orang tuaku dan orang-orang yg aku sayang. Tuhan, haruskah aku membunuh asaku, cita-cita, dan impianku? Jika boleh aku berdo'a kepadamu, aku minta hidup tuhan! Aku ingin merasakan dewasa, aku ingin melihat orang tuaku bahagia. Tetapi, mungkin tuhan tau yg terbaik untukku. Mungkin, karena tuhan menyayangiku, sehingga dia memanggilku. Teman-teman, kalo Novi udah nggak ada, tolong tetep do'ain Novi ya. Novi sayang sama semuanya, kalo ada salah Novi juga minta maaf ya. Selamat tinggal kawan :)
Terinspirasi dari Novitalia Rossy Isfiani. Siswi SMP Negeri 3 Gamping 014. VII F, VIII E. Yogyakarta.

Maaf jika ada salah kata.
Withlove @NimasIF :)

Sabtu, 04 Agustus 2012

PELARIAN

Beberapa hari setelah kita putus. "kamu bahagia?" tanyanya sedikit menyindir. "Sangat bahagia, tanpa cinta. Asik!" Jawabku dengan senyum paling lebar. "Bohong, kau tak mungkin bahagia tanpa cinta." sedikit membentak. "terserah, buktinya aku bahagia." dia sedikit tidak terima denagn jawabanku barusan, "sudah bicaranya? aku tidak punya banyak waktu untukmu" langsung aku pergi meninggalkannya. Sepertinya dia sangat kecewa dengan jawabanku tadi. Ah, sudah biarlah, kebahagiaanku sekarang lebih penting daripada dia.

Beberapa minggu kemudian, tanpa pertemuan, tanpa berkomunikasi sedikit pun. Hidupku masih bahagia seperti biasanya, masih tanpa cinta, menyenangkan! Oh iya, aku dengar kau telah memiliki kekasih baru? gitu ya? ikut seneng aja deh ya. Tunggu dulu, ada pesan masuk! ahaa, mainan lama sms "bisa kita bertemu?". "Dimana?" sent back. "Taman pelangi, pukul 16:00". Oke, aku sampai, dia datang bersama kekasih barunya. Aku menghampirinya lalu tersenyum kepada mereka. "hay, kenalkan ini pacar baruku. Bagaimana dengan kabarmu?" tanyanya sedikit salah tingkah saat menatap mataku. "Baik. oh ini, Hay?" sambil menjulurkan tanganku kepada pacar barunya, dan dia tidak membalas, hanya tersenyum sinis sambil bermesraan dengan mainan lamaku. "bagaimana dengan kekasihmu?" tanyanya penasaran. "entahlah, tuhan masih menentukan waktu yg tepat untuk mempertemukan aku kepada orang yg benar". "Oh!" jawabnya singkat. "sudah? maaf aku masih sibuk, aku tidak punya banyak waktu!"

Dear Diary : Oh, jadi itu pacar barumu? haha cukup tau! Segitu putus asanya kah kamu sesudah putus dariku?. Jadi itu pacar barumu? hahaha nawar di pasar dapet harga berapa? nemu di jamban mana? Diskonan ya? berapa, 99%? kemahalan. Aku tau niatmu, pamer? haha membuat aku iri atau cemburu? tidak akan bisa, aku sudah tak mempedulikan kamu sama sekali! Aku juga tau, kekasih barumu sama bodohnya dengan kamu dan tak lebih pintar dari aku. Satu hal yg perlu kamu tau, hubungan pelarian tidak akan bisa membahagiakanmu.

@NimasIF :)



Jangan Salahkan Aku, Jika Tak Lagi Mencintaimu

Perubahamu menyiksaku! Aku tak akan berkomentar banyak tentang kamu. Aku tak berhak mengatur perubahanmu, aku juga tak berhak mewajibkan kamu menanyakan kabarku. Ya, aku bukan siapa-siapamu, meski bisa dikatakan kita lebih dari teman. Tapi aku punya hak untuk mengobati rasa rinduku kepadamu bukan? Aku lelah, batinku tersiksa hanya karena kata RINDU. Kamu yg dulu itu potongan kecil-kecil kebahagiaanku, yg sekarang entah tercecer dimana.

Bukan kah semua orang berhak berubah? begitu pula denganmu. Tapi bukan itu maksudku, kau salah dalam mengartikan kata-kataku. Berubahlah selagi itu baik untukmu, tapi aku mohon jangan ubah cinta atau perhatianmu secuil apapun, karena itu bagian dari senyumku. Akau kau sekarang sudah menemukan penggantiku? tunggu, aku tak mau berfikir negatif kepadamu, karena itu hanya akan menyiksaku.

Waktu kian berlalu, kita sudah lama mengisi hari-hari berdua. Walaupun akhir-akhir ini aku sangat risih dengan perubahanmu, aku tetap mencoba mengerti. Lalu, jangan salahkan aku jika suatu hari aku tak lagi mencintaimu. Itu semua murni karena perubahamu.

@NimasIF :)