Aku hanya bisa mematung seusai mendengar penyakit yg kuderita. Entah mana penyakit yg benar, pendapat dari 8 dokter semua berbeda. Kelenjar getah bening, kanker, tumor, kanker rahim, pembuluh darah, dll. Sebelum dokter memvonis hidupku, aku sudah tau hidupku tidak akan lama lagi . Aku hanya remaja yg ingin hidup tenang, tanpa khawatir tuhan akan memanggilku secara tiba-tiba. Seperti teman-temanku yg lainnya.
Beruntung aku mempunyai kedua orang tua dan keluarga yg sangat menyayangiku, dan senantiasa merawatku dari penyakit-penyakit yg kuderita. Sahabat-sahabatku yg sangat baik, mereka selalu memberiku semangat saat tubuhku terbaring lemah di RS Panti Rapih. Bahkan pacarku, dia sangat perhatian denganku, dia selalu ada saat aku membutuhkannya, dan aku sangat menyayanginya. Mereka semua adalah alasan semangat hidupku, dan karena mereka juga aku masih bisa tersenyum disisa-sisa hidupku.
Suatu hari sekolahku mengadakan kegiatan berkemah 3 hari di Prambanan. Aku sangat ingin mengikutinya, walaupun aku selalu dihantui dari penyakit-penyakit itu, dan kedua orang tuaku juga sangat khawatir. Aku tetap berusaha untuk meyakinkan ibu dan ayahku, jika aku kuat dan aku bisa menghadapi rasa sakitku. Aku sangat bersyukur karena aku dibolehkan untuk mengikutinya. Aku senang, ini kebahagiaan yg sebenarnya! aku bisa tersenyum lepas bersama teman-teman dan kekasihku tanpa memikirkan bagaimana keadaan penyakitku.
Tiga hari berlalu, aku sangat lelah, badanku terasa sakit semua. Aku segara dilarikan di RS Panti Rapih lagi. Ternyata penyakitku cepat sekali menyebar, cepat sekali menggrogoti tubuhku, rasanya sakit sekali. Aku ingin segera sembuh, aku ingin segera pulang. Di sini nggak enak, aku nggak boleh makan daging ayam sama telur ayam. Tapi, terimakasih buat suster-suster yg udah ngerawat aku di RS Panti Rapih, juga buat suster yg udah beliin aku alat melukis.Terimakasih buat semuanya.
Tuhan, secepat ini kah kau akan memanggilku? aku masih ingin membahagiakan kedua orang tuaku dan orang-orang yg aku sayang. Tuhan, haruskah aku membunuh asaku, cita-cita, dan impianku? Jika boleh aku berdo'a kepadamu, aku minta hidup tuhan! Aku ingin merasakan dewasa, aku ingin melihat orang tuaku bahagia. Tetapi, mungkin tuhan tau yg terbaik untukku. Mungkin, karena tuhan menyayangiku, sehingga dia memanggilku. Teman-teman, kalo Novi udah nggak ada, tolong tetep do'ain Novi ya. Novi sayang sama semuanya, kalo ada salah Novi juga minta maaf ya. Selamat tinggal kawan :)
Terinspirasi dari Novitalia Rossy Isfiani. Siswi SMP Negeri 3 Gamping 014. VII F, VIII E. Yogyakarta.
Maaf jika ada salah kata.
Withlove @NimasIF :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar